Di dalam kereta

Saya bepergian bersama seorang teman saya. Di dalam kereta, kereta tidak penuh namun kursi sudah banyak terisi sehingga kami memutuskan untuk berdiri. Ruang gerbong kereta terbilang sepi sehingga kami bisa memilih tempat untuk berdiri di berbagai tempat. Di tengah perjalanan, saya menyadari seorang bapak berdiri persis di belakang teman saya, cukup dekat padahal ruang gerbong kosong untuk berdiri di berbagai sudut. Menit berlalu, bapak ini masih tidak bergerak dan badannya cukup menempel. Bagian tubuh depan bapak itu sengat mendekati (maaf) pantat teman saya. Terusik dan tidak nyaman, saya menarik teman saya menjauh, dan sempat membentak bapak tersebut. Karena kesal dan jijik, kami langsung pergi menjauh.