Dia Memegang Pantat Saya

Malam itu laki-laki yang kira-kira berumur 40 tahun memegang pantat saya di transjakarta. Tanpa berpikir panjang saya berbalik ke arahnya dan memaki laki-laki itu dengan mengatakan “laki-laki katanya kuat kok gampang ngaceng”, saya tau kata-kata ini tak pantas. Tapi apa yang ia lakukan jauh dari kata pantas. Ibu saya yang saat itu bersama saya juga memaki laki-laki itu hingga ia malu. Tapi, petugas transjakarta diam saja. Saya tidak malu menceritakan kejadian ini kemanapun, walaupun identitas saya diperlihatkan, karena ketika saya malu berteriak, mereka akan menertawakan saya yang dianggap “menikmati”.