“Saya belum pernah merasa setakut ini”

Dua minggu yang lalu, saya berniat menjenguk teman saya yang sedang sakit di RS Swasta yang berletak di daerah Bekasi, saya memutuskan untuk menggunakan jasa ojek online. Selama berada di jalan saya dan driver hanya berbicara sewajarnya saja, tidak berlebihan.

Setelah tiba di rumah sakit, driver ojek ini Whatsapp saya dengan meminta untuk memberikan bintang 5 atas jasanya lewat aplikasi. Karena selama perjalanan tidak ada masalah jadi saya berikan bintang 5.

Namun, dua minggu kemudian tetiba saya di Whatsapp lagi oleh driver ojek ini, yang saya awalnya tidak tahu kalo itu adalah dia. Dia mengawali dengan “Sicantik sekarang jarang keliatan”, saya bertanya ini siapa, dan dia menyebutkan dia adalah driver ojek online yang mengantarkan saya ke rumah sakit di Bekasi. Saya kembali bertanya “ada apa?” dia menjawab “jarang liat kamu dirumah, biasanya dijemput cowoknya”, yang tiba – tiba dia menanyakan kepada saya apakah saya melihat isi jok motor dia saat saya mengambil jas hujan dua minggu lalu. Driver ojek ini menyebutkan bahwa isi joknya ada kondom. Saya memang tidak melihat isi joknya, namun driver ojek ini malah bilang kalau saya pura – pura tidak tahu dan berkata bahwa dia suka sekali melihat body (badan) saya. Disaat dia mengantar saya kerumah sakit, saya menggunakan kaos, jaket dan celana jeans panjang.

Selama ini saya belum pernah merasa setakut ini, yang membuat saya sangat khawatir adalah kata – kata “jarang kelihatan” dan dia menjelaskan lagi “di rumah”, itu berarti selama ini dia sering melihat saya dirumah. Ibu saya bilang bahwa memang sering ada orang yang duduk dekat rumah dan melihat ke arah rumah.

Kenapa saya balas chat orang ini, simpel, karena saya berusaha untuk berifikiran positif, khususnya saya juga sedang dalam pekerjaan melakukan sebuah promosi jadi saya pikir mungkin orang ini tertarik dengan apa yang saya promosikan ke dia. Namun, semakin chat nya tidak beres, saya tidak balas lagi.

Saya sudah laporkan kejadian ini kepada pemberi jasa ojek online ini, dan saya sudah mendapatkan respon berupa telepon dari mereka.

Saya tidak ingin mempersuasi untuk tidak menggunakan jasa ojek online, tapi saya hanya ingin semua berhati – hati terhadap orang asing. Kejadian seperti ini bisa terjadi oleh siapa saja, bahkan dengan kondisi saya memakai baju yang biasa saja, tertutup dan tidak berbuka, Saya semakin heran dengan orang yang selalu menyalahkan perempuan dalam berpakaian apabila mereka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.