“Saya terjepit, gatau harus gimana”

Kejadian udah agak lama, sekitar 2 tahun lalu. Ironisnya, terjadi beberapa minggu sebelum pernikahan saya.

Saat itu saya pergi dengan ibu ke Thamrin City dengan menumpang bis kuning rute Kampung Melayu – Tanah Abang. Ibu duduk dekat jendela, saya di pinggir.

Selepas Stasiun Tebet, naik seorang bapak-bapak berpenampilan kantoran, bersih, terlihat “baik” lah. Dia langsung memposisikan diri berdiri tepat di sebelah saya. Saat itu, situasi di dalam bis memang agak penuh. Karena lalu lintas tersendat, saya tertidur.

Saya terbangun karena ada perasaan aneh di lengan saya. Saat saya tersadar (tapi tetap merem), perasaan aneh itu ternyata si bapak sengaja menempelkan kemaluannya di lengan saya!!! Tapi dia tidak mengeluarkannya alias “cuma” nempelin&nggesek2in. Sangat jelas terasa kemaluannya makin lama makin ngembang. Saya terjepit, gatau harus gimana. Ibu saya juga tidur.

Saya sengaja bergerak dengan harapan si bapak bejat pindah. Ternyata enggak!! Malah makin nekat. Saya mau nangis rasanya. Sempat mau pulang saja dan batalin nikah. Fyi, saat itu saya mau beli beberapa perlengkapan untuk seserahan. Menyedihkan ya? :'((

Si bapak terus melancarkan aksinya sambil mungkin chatting. Saya tau karena dia menyalakan nada tombol di hape-nya.

Saya putuskan mau nekat nyikut kemaluannya. Sialnya, dia turun sesaat setelah saya memutuskan itu. Saya MASIH sangat ingat wajahnya hingga detik ini.

Ini pertama kalinya saya cerita disini. Saya belum pernah cerita ke siapa-siapa, even ke ibu dan suami saya. Fyi, untuk urusan penampilan, saya gendut, berjilbab, dan nggak ngikutin tren mode busana muslim alias biasa-biasa saja. Gatau kenapa saya yg kena sasaran bapak bejat itu.

Bukan zaman/waktu yg edan, tapi orangnya yg makin edan. Tetap waspada.