Dalam TJ

TransJakarta yang terlalu penuh mengakibatkan tercampurnya area antara wanita dan laki-laki. Khususnya yang tidak mendapatkan kursi dan berdiri berdesakkan.

Hal ini sangat memberikan solusi bagi para pelaku kriminal (Pelecehan sexual).

Kemarin sore, dalam TJ yang saya naiki telah terjadi pelecehan (merekatkan alat vitalnya pada bagian belakang korban) terhadap 2 wanita dewasa, ada saksi (Saya bukan termasuk saksikan) yang melaporkannya pada petugas, tetapi melapornya saat si pelaku telah turun dari armada.

2 wanita tersebut mengakui namun tidak banyak berkomentar. Yang 1 nangis dan lainnya sedikit bergidik jijik.

———-

Dalam hal ini, saya menghimbau kepada pihak TJ, untuk mulai menertibkan quota penumpang, baik yang mendapatkan kursi atau yang berdiri.

Cukupkan bila Handle grip stelah terisi penuh. Sehingga penumpang tidak perlu mengisi bagian depan Pintu. Hal ini bisa menjadi salah Satu solusi untuk meminimalisir kasus pelecehan seksual yang bisa saja terjadi pada siapapun.

Dan bagi para penumpang, jika anda melihat kasus kriminal seperti hal di atas, hendaknya segera laporkan kepada petugas saat pelaku masih berada dalam Armada. Agar segera di tindak lanjuti dan tidak memakan banyak korban lainnya.

Terimakasih.

This post is also available in: Indonesian