Masih Kelas 2 SMP

Waktu itu saya masih kelas 2 SMP,  jarak dari rumah ke SMP saya terbilang cukup jauh, sehingga saya harus naik angkot 2 kali. Pagi itu, sekitar jam setengah 7 saya berangkat dari rumah, biasanya saya berangkat ke sekolah bersama teman saya yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya. Tapi, saat itu dia tidak ikut menemani saya karena dia diantar oleh ayahnya. Pertama saya pergi naik angkot dari rumah ke pasar untuk naik angkot selanjutnya menuju SMP saya.
Disana saya diikutin pria setengah baya YANG membawa plastik merah, dia mengikuti saya dari belakang, saat itu saya sudah turun dari angkot dan jalan sendiri disebuha gang. Lalu saat saya menunggu angkot selanjutnya arah ke SMP saya, laki-laki itu berdiri kurang lebih 1,5 meter dari tempat saya berdiri lalu tersenyum pada saya, saya yang kala itu masih remaja, saya tersenyum balik tidak berpikir hal lain akan terjadi pada saya. Sekitar 10 menit, angkot tidak kunjung datang, lalu saya tengok ke arah laki-laki itu dan dia masih berdiri di dekat saya sambil tersenyum, lalu saya melihatnya dari wajah sampai kaki, saat saya melihat dibagian alat vitalnya, ternyata dia sedang mengeluarkan alat kelaminnya didepan saya, walupun masih memakai celana.
Saat itu saya sangat takut dan keringat dingin, lalu saya mengambil langkah kepinggir untuk menjauhi lelaki itu, dengan berdoa dan hampir menangis, akhirnya angkot datang, dan saya langsung masuk kedalma angkot tersebut, sambil melihat wajah lelaki itu, khawatir dia mengikuti saya juga, tapi lelaki itu berdiam diri sambil memadangi saya dengan wajah tersenyum dan masih dengan alat kelamin yang dia keluarkan dari celananya.
Saya bersyukur saya masih dilindungi oleh Tuhan.