Saat belajar berenang

Saat itu saya sekitar umur 12 atau 13 tahun. Belajar berenang, di kolam berenang dekat rumah. Saya belajar berenang dengan bapak – bapak berusia 30 atau 40 tahun yang biasa memang mengajar orang berenang di tempat itu. Hari itu, ketika saya berenang, bisa dibilang pakaian baju renang saya cukup tertutup, lengan panjang dan celananya selutut. Berenang dari ujung ke ujung, dan ketika sampai di ujung kolam renang, bapak itu bilang “yasudah ambil nafas dulu, kakinya salah tadi, nanti saya kasih tau”. Akhirnya, setelah saya ambil nafas dan sedikit bersantai di pinggir kolam renang, bapak tersebut datang, dan ketika saya membelakangi bapak tersebut dan memegang pinggiran kolam berenang, bapak tersebut mulai mendekatkan dirinya, seperti mengapit saya, saya pun kaget dan merasa risih. Saya pun mulai menggerakan tangan saya, agar ada jarak antara saya dan bapak tersebut, namun yang terjadi adalah bapak tersebut tidak memedulikan tangan saya, dan dia memegang pantat saya dan meremasnya. Saya kaget dan merasa marah, tapi saat itu belum ada keberanian untuk melawan karena saat itu kondisi kolam renang sepi. Dan setelah melakukan itu, ekspresinya hanya datar tanpa rasa bersalah.
Dari pengalaman tersebut, saya sadar bahwa hal tersebut bisa terjadi karena memang niat dan pemikiran dari si pelaku tersebut, dan mungkin karena dia yang lebih tua dan seorang laki – laki merasa lebih berkuasa dari pada saya yang adalah seorang perempuan dan masih kecil saat itu.