“Bantuannya”

Saya seorang mahasiswi, sebulan yang lalu saya pulang kampung. Seperi biasa, saya naik bus dari terminal kamp. Rambutan. Disitu saya bergegas untuk naik ke dalam bus, namun ada kenek bus yang menghalangi gagang yang ada di depan pintu. Dia mengulurkan tangannya, saya kira memang dia berniat untuk menolong dan saya tidak ada pikiran buruk apapun jadilah saya naik dengan “bantuannya”. Saat saya sudah naik ke dalam bus, dia menolak untuk melepas tangan saya dan bertanya nama saya. Disitu saya sangat merasa jijik dan saya bersihkan tangan saya dengan tisu di depan dia. Sangat menjijikan.

This post is also available in: Indonesian