Wajar dari mana?

Saya pindah ke komplek apartemen ini 6 bulan yang lalu, dan ini bukan pertama kali saya alami catcalling di komplek apartemen ini, but this one is the worst of all.
Kejadian hari sekitar satu bulan lalu, jam pulang kerja. Saya baru keluar dari mall setelah belanja di farmers market dan jalan ke arah tower tempat saya tinggal. Jaraknya lumayan, saya harus melewati beberapa tower.
Ketika saya jalan, tiba-tiba ada motor dari arah belakang membunyikan klakson berkali-kali. Saya otomatis nengok lalu berjalan lebih ke pinggir. Orang itu berjalan melewati saya, lalu setelah itu dia putar balik dan lagi-lagi membunyikan klakson berkali-kali ke arah saya. Saya berjalan lebih cepat lalu dia mulai mengikuti saya dan motornya dijalankan pelan-pelan di samping saya. Saya berhenti dia ikut berhenti, saya jalan cepat dia ikut cepat. Saya lalu muak dan berhenti untuk membentak orang itu, dia diam saja, hanya melihat ke arah saya. Lalu saya berjalan cepat dan masuk ke salah satu minimarket yang kebetulan ada di sekitar situ. Akhirnya dia pergi dan ketika saya akhirnya berani keluar dia sudah tidak ada. Saya ingat betul wajahnya tertutup masker hitam, helm honda hitam, dan memakai jaket bomber hitam.
Sejak itu saya selalu naik ojek sampai depan tower dan tidak berani lagi jalan sendirian di komplek apartemen sepulang kerja.
Dan ada lagi yang bikin saya kesal adalah, cerita kejadian ini ke teman dan teman saya itu malah berkata,
“Ya biasa lah kan di komplek apartemen situ terkenal cewe ga benernya.” Wajar dari mana? Di mana-mana namanya catcall itu unacceptable.

This post is also available in: Indonesian