The Hidden Harassment

Halo,

Aku mau bercerita tentang 2 tahun hidupku dibayang-bayangi rasa ketakutan. Aku punya pacar, dia sempurna banget, tapi sifatnya kasarnya parah. Yang paling sering dia lakuin itu kasar verbal (ngebentak aku dgn nada tinggi, ngatain ga punya otak, anj*ng, bab*, bangs**, sampah, dsb), selama 2 tahun ini dia baru 2x melakukan kasar fisik yaitu mendorong tubuh aku, dan melempar aku pake tumpukan buku (buku paket tebel yang dipake sama anak sekolah) tepat ke muka aku. Dan bodohnya? Aku selama ini hanya percaya bahwa dia kasar sama aku karena dia sayang, dia kasar sama aku karena aku yang berbuat salah, dia kasar sama aku karena dia peduli dan mau yang terbaik untuk aku, sehingga aku sampai tidak punya pikiran bahwa SEBENARNYA aku sedang dikelabuhi, akhirnya aku cuma bisa nurut, tunduk sama dia, dan menganggap kekasaran dia adalah hal yang wajar, akhirnya mental ku sempat terganggu karena selalu merasa bersalah dan tidak berguna. Padahal, apapun itu perempuan tidak patut dikasari sekalipun untuk kebaikannya. Girls, perkataan laki-laki kasar itu begitu manis, jadi hati-hati, setelah dia mengasari aku dia selalu hujani aku dengan pelukan, kasih sayang, dan jutaan permintaan maaf, tapi suatu saat Ia pasti akan melakukannya lagi tanpa keraguan, lalu meminta maaf lagi, begitu seterusnya. Apa kamu mau mental kamu terganggu hanya karena terus-terusan dihujani hinaan atau pukulan dari sang pasangan? Nggak kan.. Lebih baik lepaskan, cari kebahagiaan dan kebebasanmu diluar sana, aku baru berhasil sadar akan semuanya dan melepas dia 3 hari yang lalu, tepat sebulan sebelum hari anniversary kita yang kedua. Stay strong, Girls! Jangan takut untuk melepasnya, cowok kasar bener-bener ga ada gunanya! #StopViolenceAgainstWomen

This post is also available in: Indonesian