Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik

Hollaback survei-06

 

Survei ini diinisiasi oleh HollaBack! Jakarta, Lentera Sintas Indonesia, PerEMPUan, Jakarta Feminist Discussion Group, dan difasilitasi oleh Change.org. Hasil dari survei ini akan menunjukkan gambaran besar tentang Pelecehan di Ruang Publik di Indonesia dan efeknya kepada individu yang mengalaminya. Survei ini juga akan membantu kita untuk secara tepat merespon masalah ini di Indonesia.

HOLLABACK! jakarta
  • Gerakan global untuk mengakhiri pelecehan di ruang publik
  • Kamu dapat berbagi cerita kamu mengenai pelecehan di ruang publik atau intervensi pelecehan seksual yang pernah kamu alami di website atau aplikasi kami.
  • Dapatkan tips untuk bagaimana merespon pelecehan dan dapatkan lebih banyak sumber lagi dari Hollaback!
  • Pelajari bagaimana cara intervensi pelecehan secara aman dan efektif disaat kamu melihat ada insiden kekerasan seskual melalui Hollaback!’s bystander resources.
  • IG/Twitter: @hollaback_jkt
  • FB: facebook.com/HollabackJakarta/
lentera sintas indonesia
  • Yayasan yang bergerak di isu kekerasan seksual, menyediakan support group untuk para penyintas dan memiliki kampanye #MulaiBicara untuk mengakhiri kekerasan seksual di Indonesia
  • Pertemuan tertutup bulanan untuk penyintas  – email: [email protected]
  • IG: @lentera_id
  • Twitter: @LenteraID
  • Facebook: www.facebook.com/LenteraID/
  • Website: http://www.sintas.org
perempuan
jakarta feminist discussion group
  • Komunitas yang memperjuangkan hak perempuan dan hak kelompok marginal/minoritas melalui pendidikan, peningkatan kesadaran, advokasi, dan penguatan jaringan.
  • IG/Twitter: @jakartafeminist
  • Facebook: Jakarta Feminist Discussion Group
Change.org & AKSI lebih lanjut

 

Salam Solidaritas,

Tim Hollaback! Jakarta, Lentera Sintas Indonesia, perEMPuan, Jakarta Feminist Discussion Group

This post is also available in: English

49 responses to “Survei Pelecehan Seksual di Ruang Publik

  1. Saya sudah sangat jengah dan merasa tertekan dengan apa yang saya alami, saya sudah 5 kali mengalami kasus pelecehan seksual. Saya mohon dan sangat berharap agar pelaku pelecehan dapat dihukum dan dihentikan.

  2. Saya Steve dari Raja Ampat Papua Barat mendukung untuk segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan. Pelecehan seksual terhadap perempuan adalah bentuk-bentuk kekerasan yang mengakibatkan perempuan mengalami trauma dan depresi yang berkepanjangan.

  3. Umur saya 24 tahun dan sjak kls 3 sd saya sudah mengalami pelecehan di skolah dan stelah ketauan gurunya hanya dipecat. Sampai skrg orgtua saya tidak tau tntg ini. Saya harap guru2 lbih mengontrol keadaan skolah dan jgn smpai ini terulang. Krna ini hal yg palong memilukan dlm hidup saya.

    1. Guru adl seseorg yg dimata byk org memiliki arti yg penting dan dinilai terhormat. Saya termsk org yg sangat menghormati guru. Hrs dicari cara memilih seseorg layak mjd guru terutama utk guru2 SD dan SMP agar pengalaman spt ini tdk terjadi pd anak2 lainnya

    2. ya ini benar sekali. saya mengalami hal-hal yang kurang enak waktu sd karena sudah mengalami pelecehan di sekolah. Guru tau tapi tidak melakukan apapun terhadap siswanya. Sampai sekarang orang tua saya tidak tau tentang ini karena saya tidak pernah cerita dan saya hampir lupa. dulu saya termasuk anak yang berani (tomboy), tapi mereka malah makin kasar sama saya. saya juga bisa lebih kasar ke mereka, entah gimana ceritanya akhirnya mereka sudah tidak melakukan pelecehan seksual lagi terhadap saya. Dan saya benci masa masa SD saya

    3. ya benar kita memiliki pengalaman yang sama. bedanya saya mengalaminya pada saat kelas 3 smk. hingga saat ini saya trauma terhadap lawan jenis. hingga saya pernah mendengar tuduhan teman bahwa saya tidak normal. saya sedih saya marah tp saya tidak tau harus berbuat apa. mereka tidak merasakannya. pengalaman terburuk yg pernah saya dpatkan

  4. Saya dukung upaya utk segera menghadirkan UU pelecehan seksual dan negara harus hadir melindungi perempuan . Krn tdk mudah menghilangkan trauma bagi mereka yg pernah mengalami pelecehan seksual, semangat, …. Bersama kita bisa

  5. UU tidak ada gunanya jika penegakan hukumnya tidak ada. Yg lebih penting adalah pendidikan moral dilakukan oleh setiap keluarga, misalnya menghargai privasi orang lain, belajar mengendalikan diri dari hasrat seksual dan lain sebagainya.

    1. Saya setuju dengan pak Budi. Jika uu ada dan tidak ada penanggulangi dari segi pendidikan non formal atau punyuluhan juga percuma. Menurut saya, pendidikan tersebut juga harus didukung sedini mungkin. Karena dengan maraknya sosial media dan internet jaman sekarang ini sangatlah mudah untuk mendorong perbuatan-perbuatan menjijikkan tersebut. Dan bagi kita calon orang tua harus bisa mendidik anak kita dengan baik dan hati-hati agar anak kita tidak menjadi korban maupun pelaku pelecahn seksual yang terjadi di publik maupun tertutup.

    2. Saya sangat setuju dengan pendapat anda, merubah mindset itu yang susah. Pendidikan dini pembelajaran moral itu yang harus segera diajarkan mulai tingkat keluarga. Tapi dengan adanya UU kekerasan seksual setidaknya sedikit banyak memberi pelaku efek jera dan para korban kekerasan seksual memiliki dasar hukum agar aduannya dapat ditindak lanjuti, bukannya menjadi blunder seperti yang terjadi pada ibu Baiq Nuril. Korban bukannya dilindungi malah korban yang diganjar hukuman.

    3. mantap bang..saya setuju!! moral yang harus diperbaiki..sudah berapa banyak uu yang dilanggar di indonesia karena bobroknga moral anak bangsa

  6. Saya setuju dengan teman-teman disini mengenai pengesahan UU dan Hukum terhadap kasus-kasus pelecehan terhadap perempuan. Dan edukasi publik, ataupun sejak dini dimulai dari lingkaran keluarga mengenai norma dan etika kepada perempuan ataupun orang tua.
    Semoga hal ini membawa perubahan untuk Indonesia ke arah yang lebih baik. In shaa Alloh.

  7. Pernah mengalami saat di bangku SMA. Pelaku merupakan teman saya sendiri, dan dari teman2 yg melihat kejadian tidak ada yg membantu. Hanya melihat. Beberapa merasa risih tetapi tetap diam, beberapa ada yang menganggap lucu. Sebagai korban, saya takut, kecewa, frustasi dengan lingkungan. Saya trauma, apakah hal tersebut akan terulang lagi?
    Menurut saya hal-hal seperti itu tidak diajarkan di sekolah, apakah kita sebagai masyarakat yg mengajarkan?

  8. Tingkat pelecehan publik akhir akhir ini sudah sangat memprihatinkan, terutama bagi kaum perempuan. ini menjadi kesadaran kita supaya lebih peduli dan lebih waspada terhadap lingkungan kita saat ini. Perlu nya sosialisasi dan tindakan tegas dari pemerintah untuk mengantispasi agar hal ini tidak terlulang kembali, Seperti hukuman bagi pelaku, dan pembinaan atau dukungan bagi korban. Diskriminasi perempuan yang selama ini menjadi hambatan bagi perempuan untuk bisa maju dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki.

  9. di negara kita terlalu menganut paham “wajarlah” jadi seolah olah semua pelecehan yang terjadi adalah hal wajar, bahkan kadang malah korbannya yang disalahkan “wajarlah orang keluar malem, wajarlah orang bajunya gitu” dan banyak yg gak sadar kalo sekedar bersiul kepada perempuan yg lewat itu termasuk pelecehan. #STOPPELECEHANSEKSUALDIRUANGPUBLIK

  10. Apapun alasannya tidak dibenarkan pelecehan ..masalahanya masyarakat sering menyalahakan perempuan tidak menutup aurat…sekalipun perempuan itu telanjang bulat tidak ada hak org utk melecehkan. Seharusnya pelaku pelecehan jika terbukti dihukum berat

  11. Ini negara hukum kan? Kenapa minim sekali perlindungan terhadap perempuan. Sekalipun ada hukum mengenai pelecehan seksual klo tidak di tegakkan buat apa? Teman” saya sudah ada yg jadi korban, masih mau diam saja ada pelecehan di publik? Ayo bergerak melawan pelecahan pada perempuan!
    Beri perempuan rasa aman di ruang publik!

  12. Pelecehan seksual itu dampaknya sangat besar bagi psikologis korban. Sy pernah mengalaminya, dada diremas saat jalan kaki oleh pengendara motor, lalu dia melaju bgtu saja. Kakak sepupu saya juga kena hal serupa saat itu. Smp skrg rasa malu, takut, dlm diri sy sendiri msh hinggap. Kami butuh org2 sampah spt pelaku mendapat ganjarannya. Apalagi yg terkena pelecehan berat. Ga bs bayangin gmn mereka.

  13. Pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja, kaum perempuan maupun laki-laki. Oleh karenanya saya sangat setuju segera dibuat aturan hukum/Undang-Undang untuk menjerat pelaku pelecehan seksual.

  14. Saya sangat tidak terima ketika melihat pelecehan seksual di transportasi umum. Terkadang , korban tidak merasakan bahwa ia sedang menjadi korban pelecehan seksual.
    Saya berharap kasus pelecehan seksual ini di tindak lanjuti di transportasi umum dan pelaku nya di berikan hukuman agar ia jera dan tidak mengulanginya lagi.

  15. Masa sekolah (sd,smp,sma) adalah masa paling sering mengalami pelecehan seksual. Kadang bisa melawan. Tapi yg keseringan adalah, habis cara untuk melawan. Apalagi jika dilakukan oleh orang dewasa atau yg punya “power”. Itu yg saya rasakan.

  16. Yang namanya pelecehan seksual harus dihentikan, baik di ruang publik maupun di ruang privat. Saya sangat mendukung jika ada RUU yang mengatur masalah ini, karena korban dari pelecehan seksual mengalami trauma yang berdampak buruk bagi psikologinya.

  17. UU tetap diperlukan sebagian dasar penegak hukum untuk bertindak, para orang tua agar benar2 memperhatikan anak2nya dg baik agar tdk menjadi pelaku pelecehan seksual (anak laki2) dan menjadi korban pelecehan seksual (anak perempuan) sudah saatnya pelajaran “Budi Pekerti” diajarkan lagi di Sekolah Dasar dan SLTP. Masyarakat juga harus berpartisipasi apabila di ruang publik terjadi pelecehan seksual. Sudah saatnya Pemerintah banyak memasang CCTV terutama di daerah2 rawan yg memungkinkan terjadinya segala macam kekerasan.

  18. Pelaku pelecehan seksual,pemerkosa dan pencabulandan hrs dihukum berat dan diumumkan secara terbuka ke publik agar mereka jera.

  19. Kalau begitu adanya, saya sangat bergembira apabila RUU pelecehan seksual segera di terapkan
    Kasihan anak bangsa yang akan mewarisi bangsa ini kalau masih muda saja sudah di lecehkan

  20. Menurut Saya pelecehan dilakukan karna mereka tidak memiliki moral yang cukup, Ada Jenis masalah mental mungkin. Mau apapun baju yang dipakai oleh si korban bahkan mereka jadikan alasan, karna APA? Karna mereka selaku pelaku tidak memiliki moral, pertanyaanya begini jika lelaki melihat wanita yang memakai pakaian sexy apakah lelaki tersebut akan memangsa si wanita? Menurut Saya jika lelaki tersebut secara normal mungkin bisa saja tertarik tapi disisi lainnya jika lelaki tersebut memiliki moral, dia pasti tidak akan pernah melecehkan wanita tersebut. Karna lelaki tersebut memiliki moral. Jadi Ada baiknya Kita dukung undang2 untuk orang yang melakukan pelecehan seksual, karna hanya orang yang memiliki moral buruk yang bisa berani bertindak semena-mena terhadap korban. Jadi Kalo bisa segera disahkan UU Dan pelaku mendapatkan hukuman. Karna memang sudah sepantasnya orang yang tidak memiliki moral mendapatkan hukumannya.

  21. Bagi saya si anak rantau, alat transportasi umum layaknya sesuatu yg wajib dalam hidup. Saya sedih dan sangat miris, masih saja alat transportasi umum (termasuk terminal, halte, dsb.) dijadikan sebagai tempat pelecehan seksual. Banyak kejadian, mulai dari catcalling hingga sentuhan. Pelakunya juga beragam, selama ini yg masih sering saya temui adalah laki laki. Bahkan ketika didalam alat transportasi umum, saya sendiri pernah hampir menjadi korban pelecehan seksual seorang bapak mendekati paruh baya. padahal saya berjilbab panjang, memakai jaket panjang nan tebal, celana training gombrong dan bersepatu. saat itu juga saya langsung melawan, dan pelaku hanya berpura pura bodoh. yg paaaling bikin sedih, tak ada satupun penumpang lain disekitar saya yg peduli, padahal mereka menyaksikan. semuanya seakan menutup mata juga telinga. Saya sangat setuju dan mendukung jika hukum serta UU tentang pelecehan seksual segera dirancang lalu disahkan. menurut saya sih, harus dikasih efek jera biar tidak kebiasaan. saya juga berharap diadakannya entah program, sosialisasi atau semacamnya, apapun yg efektif mampu mengedukasi masyarakat luas(semua umur, kelas sosial, jenjang pendidikan, laki laki maupun perempuan) mengenai segala hal seputar pelecehan seksual. Terimakasih:)

  22. Saya rasa harus ada pendidikan mengenai pelecehan seksual ke sekolah yang masih dasar juga. Karena saya pernah mengalami kasus pelecehan dari anak sd, smp, bahkan sma diruang publik/sekolah. Untuk kasus yang anak sd dan sma ini terjadi waktu saya sudah dewasa. Betapa mirisnya mengetahui anak sd tidak punya sopan santun terhadap yang lebih tua. Padahal pakaian juga tidak terbuka saat mengalami semua kasus tsb.

  23. Pelecehan harus dihentikan! Saya sangat gembira jika RUU pelecehan disahkan. Saya turut merasakan untuk korban pelecehan.

  24. Oknum yang melakukan pelecehan harus diberi hukuman yang sesusai dengan kejahatannya. Hal ini terkait dengan dampak yg terjadi kepada para korban.

  25. Pelecehan sangat memberikan dampak trauma psikologi kepada kaum perempuan, sangat menyayangkan kalau tidak cepat-cepat ditindak lanjuti dan dianggap sebagai hal yang wajar, hukum kepada pelaku pelecehan dengan membuat mereka ber edukasi, tidak menjadi brutal, layaknya mereka kebal hukum.

  26. kalo aku sukanya nolongin orang sih jadi tindak kriminal apapun harus di cegah dan di hentikan ,seharus nya rakyat indonesia lebih peduli dgn orang yang di sekitar nya

  27. Mohon untuk yang melihat ada pelecehan di manapun tolong di bantu. Karna tidak semua orang bisa melawan pelaku. Terkadang kami yang di lecehkan terlalu malu untuk teriak minta tolong karena sudah di lecehkan

  28. Salah satu cara untuk mencegah pelecehan seksual yakni dengan melakukan tindakan preventif seperti mensosialisasikan pendidikan seksual sejak dini. Melalui edukasi baik kepada oang tua maupun anak, maka setidaknya dapat mencegah anak terhindar dari pelecehan seksual. Saya memiliki alat peraga pendidikan seksual untuk anak-anak dan telah mendapatkan hak cipta. Bagi yg berminat atau hendak melakukan kerjasama bisa kontak saya 🙂

  29. Saya kenal dengan seorang wanita yang mengalami trauma yang sangat berat, diculik dan diperkosa waktu sma, ditinggalkan oleh suaminya yang menikahi sahabatnya sendiri setelah mengetahui dia korban pemerkosaan, setelah menjanda dihamili dan ditinggalkan begitu saja sampai melahirkan seorang anak, dia tahu masyarakat selalu memandang rendah kepada korban pemerkosaan dan status janda, masyarakat selalu menyalahkan korban dan yang saya herankan ada beberapa teman wanita yg beropini kalau dia yang gampangan, apakah tdk terpikir bagaimana klo mereka yg ada dalam situasinya, apakah salah mempercayai seorang laki-laki, apakah salah berharap jika ada seorang lelaki yang mau menerima dia apa adanya? selama masyarakat masih mengumpamakan kucing dan ikan asin maka kekerasan seksual tidak akan pernah berhenti dan laki – laki tidak akan pernah bisa dipercaya karena perempuan cuma dianggap sebagai ikan asin santapan si kucing, semoga saja dengan diberikan sanksi yang tegas kepada pelaku kekerasan seksual bisa merubah cara pandang masyrakat di Indonesia terhadap korban kekerasan seksual.

    Pesan bang napi :
    Kejahatan seksual terjadi karena ada niat dari pelakunya ngga perlu ada kesempatan karena kesempatan bisa dibuat kapan saja dan dimana saja

    Piss out and respect

  30. Perlu hukuman yang dapat menimbulkan efek jera pada pelaku agar kejadian pelecehan seksual dan segala tindak kejahatan tidak terulang lagi.

  31. Saya perempuan usia 23 Tahun. Saya sering sekali mengalami tindakan pelecehan perempuan yang sebagian besar saya alami di jalan umum. Berbagai pelecehan terjadi, mulai dari “Cat Call”, tiba-tiba dipepet dijalan saat sedang mengendarai motor, dipegang tangan, dicolek bagian payudara (begal payudara), sampai yang terakhir di Tgl 20 November 2018, saya sedang menunggu ojek online dijalan tiba-tiba ada seorang laki-laki berhenti didepan saya. Dia menanyakan dan menyebut nama saya dengan benar. Saya pikir dia driver yg akan mengantar saya, tetapi disaat itu juga saya dapat chat dari drivernya “Mba tunggu sebentar, saya kena macet”. Saya langsung berfikir “Lalu yg depan saya ini siapa??” Jujur saya sangat takut disitu. Kemudian saya sadar, kalau orang itu tau nama saya dari nametag yg saya pakai. Orang itu terus ajak saya ngomong, tapi tidak saya tanggapi, saya mulai menjauh dan pergi perlahan. Tapip dia ikuti saya pakai motornya, terus tarik tangan saya sampai saya reflek balik badan dan liat kearah jok motornya. Kemudian, OH GOD HELP ME!! Ternyata dia keluarin (maaf) kelaminnya dong, dan saya liat dengan sangat jelas disitu. Sungguh, saya bener-bener takut setakut-takutnya disitu. Saya langsung cakar tangannya, setelah lepas saya langsung lari sekencengnya dan Alhamdulillah ketemu pos satpam yg kebetulan lg kosong, aku sembunyi didalam pos itu karena udh bener-bener gatau harus kemana. Aku cuma bisa nangis didalam pos itu. Fyi, kejadiannya di depan salah satu kantor di Jakarta Selatan, karena kebetulan di tgl 20 Nov itu tanggal Merah, kondisinya masih sangat pagi dan habis hujan, jadi jalanan masih cukup sepi.

  32. Mungkin pengalaman saya ini masih belum seberapa dibandingkan pengalaman teman-teman yg lain, yg mungkin lebih parah. Tapi, semoga cerita & pengalaman saya dapat dijadikan pelajaran bagi semua Perempuan yang sering pergi sendirian. Bahwa dimanapun, kapanpun, kejahatan selalu mengintai kita kaum perempuan. Kalau dirasa perlu, bisa bawa alat-alat yg dapat digunakan sebagai pertahanan diri kita. Tetap wasoada & selalu berdoa. Semoga Tuhan melindungi kita semua. Salam hangat

  33. Saat saya berusia 11 th saya dilecehkan seorang pria paru baya dengan cara me megang2 kelamin saya dan itu di belakang sebuah parkiran bioskop, kaget dan bingung sebagai anak kecil namun beranjak dewasa saya melakukan perlawanan saat dia berusaha membuka celana saya, saya berteriak dan memukul lalu lari. itu karena dia pria dan membuat saya merasa jijik, namun beberapa bulan kemudian saya dilecehkan seorang wanita dewasa yang begitu pandainya membisukan saya dan itu membuat saya trauma serta merasa sangat berdosa. apapun dan siapapun pelaku pelecehan bertanggung jawab atas traumatik si korban, dan sejak itu saya beberapa kali mengkonfrontasi setiap pelaku pelecehan di tempat umum yang kebetulan saya ketahui, tubuh saya yang cepat berkembang tdk seperti anak2 lain sama dengan beberapa anak gadis yang mempunyai kelebihan fisik menjadi rentan akan pelecehan. Berteriak.!!! Melawan.!!! jangan perduli apakah ada yang membantu atau tidak, itu akan membuat pelaku mundur. SAATNYA MELAWAN PELAKU PELECEHAN!!!

  34. Pelecehan seksual masih dan selalu terjadi karena adanya kesalahan besar dalam masyarakat yaitu Egoisme. Tidak peduli dengan lingkungan. Sesungguhnya Pemerintah harus tegas untuk mengatasi hal ini dengan menghukum berat pelaku2nya. Kalau tdk/belum mampu membuat UUnya lakukan saja perubahan dalam KUHP dlm hal lamanya hukuman yaitu ketentuan hukuman maximal menjadi hukuman minimal sehingga tidak ada ruang untuk meringankan hukuman.

  35. Saya Debby dari Kota Pasuruan, kasus-kasus pelecehan seksual harus benar-benar segera ditangani, proses hukum terkadang hanya berporos pada pelaku saja, namun restitusi untuk korban terkadang diabaikan oleh negara. Maka dari itu dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak harus mengakomodir terkait dengan jaminan oleh negara terhadap korban pelecehan seksual untuk bisa diberikan restitusi sampai ia benar-benar baik dan melupakan traumatiknya, serta tentu saja menghukum pelaku dengan adil sesuai kaidah hukum yang berlaku.

Leave a Reply to Irina Putri Ramadhanty Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *