ITS NOT OKAY TO BE OKAY WITH SEXUAL HARASSMENT/VIOLENCE

Saya seorang dokter di sebuah puskesmas. Tahun lalu saya mendapatkan pasien anak wanita, berumur kurang dari 5 tahun. Anak ini dilecehkan secara seksual oleh tetangganya. Pelaku beberapa kali memasukkan jari tangannya ke dalam alat kelamin korban. Pihak puskesmas dan konselor P2TP2A mendampingi korban dan keluarga untuk melaporkan hal ini ke kepolisian setempat. Kepolisian meminta hasil visum sang anak. Visum dilakukan di rumah sakit, dan hasilnya tidak ditemukan tanda kekerasan seksual (karena waktu kejadian dan visum berjarak cukup panjang), selaput dara sang anak ditemukan dalam kondisi baik. Berdasarkan hasil visum, kepolisian mengatakan TIDAK CUKUP BUKTI untuk melaporkan sang pelaku. Jika keluarga ingin terus melanjutkan pelaporan maka kemungkinan untuk kasus dimenangkan SANGAT SULIT. Kemudian kepolisian menganjurkan keluarga untuk mencari saksi tambahan di lingkungan sekitar. Ternyata keluarga menemukan bahwa si pelaku sering melecehkan anak kecil lainnya di lingkungan sekitar dengan cara melucuti/membuka celana/rok mereka. Namun pelaku berkelit bahwa hal tersebut hanyalah sebuah candaan. Keluarga korban mengajak beberapa orang tua lainnya yang menjadi objek pelecehan pelaku untuk melapor kepada kepolisian, namun mereka enggan. Ada yang takut berurusan dengan polisi, ada yang menganggap bahwa pelaku hanya sekedar berkelakar, namun sebagian besar takut kepada pelaku karena dari segi ekonomi, sang pelaku lebih unggul dari mereka. Ada yang berkomentar bahwa yang salah adalah orang tuanya karena lalai menjaga anaknya. Akhirnya keluarga memilih untuk mundur dari kasus ini. Sang pelaku tetap berkeliaran dengan bebas.
Satu tahun berlalu, yang saya rasakan adalah SEDIH, MARAH. Pengertian masyarakat atas pelecehan seksual masih sangat rendah. Jika tidak ada intercourse, maka bukanlah pelecehan seksual. Miris. Apakah pada kasus di atas, anak tersebut sampai harus kehilangan keperawanannya agar si pelaku dapat ditindak? Apakah luka psikologis yang dialami korban dan keluarga tidak diperhitungkan?
Saya tidak habis pikir, ada orang yang mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah salah dari orang tua yang lalai menjaga anaknya. Pelecehan seksual adalah KESALAHAN DARI PELAKU.
Saya ingin orang lain tahu bahwa pelecehan seksual bukan hal sepele. ITS NOT OKAY TO BE OKAY WITH SEXUAL HARASSMENT/VIOLENCE.
Seksualitas seseorang bukanlah bahan tertawaan, bahan kelakar, bahan hiburan.
ITS NOT A RIGHT THING TO AMUSE OURSELF WITH OTHERS SEXUALITY.