Speak Up!

Pelecehan sebenarnya tidak hanya terjadi dilingkungan umum tetapi itu bisa terjadi dilingkungan keluarga. Wanita dewasa bisa bersuara,bercerita,bahkan melawan. Tetapi ketika masih anak2 apa yg dpt mereka lakukan?diancam,ketakutan,kebingungan,tidak berdaya dan trauma hingga besar. yang nyaris rata-rata anggota keluarga lain tidak mengetahui itu terjadi tepat disebelah mereka, Believe me it’s happened around us. Pelecehan saya dimulai umur 4tahun oleh paman saya sendiri. ketika besar saya baru menyadari apa yg paman saya lakukan adalah pelecehan sexual dan itu berulang2 (ketika memory saya flashback pada kejadian silam). Paman saya sudah meninggal ketika saya beranjak 2 SD krn sakit , apakah saya puas?tidak! Bahkan hingga saya sdh berkeluarga masih terbayang-bayang trauma pelecehan itu hingga kini. Di jalanan gang rumah ketika belum ada transportasi online saya mengalami apa yg hannah al rashid rasakan. Saya berteriak lalu ada penghuni suatu rumah hanya melongokan kepala lalu berlalu kedalam,hnya bisa pasrah Kesal dan marah sekali karena tidak berhasil membalas pelaku. Di angkot ketika SMP stiap pagi kakak sy dan tmn2nya(saya sekali) ada pria sengaja melakukan onani dan itu setiap pagi! Karena apa pria itu berani ttp melakukannya?karena mengincar mangsa korban yg tidak berdaya : anak2 dan remaja. Supirnya?mirisnya cuek tidak peduli. Lebih vulgar lagi guru SMK saya pak M melecehkan banyak siswa wanitanya terang2an. Suatu ketika saya harus dapat guru pembimbing pak M , saya keberatan dan melaporkan pada guru kordinator pembimbing alasan saya tidak mau dilecehkan. Sang guru Ketua kordinator yg sudah belasan tahun berekan kerja dengan pak M kaget dan tidak pernah mengetahui rumor yg bkn rahasia lagi dikalangan para murid. Bkn hanya pak M. Hingga saya lulus ada satu guru pria suatu mapel(mata pelajaran) yang selalu kasih saya nilai merah karena terang2an menolak pelecehan guru itu dan sensi pada saya. Dikantor ada rekan pria yg terkenal ringan tangan meraba wanita (pasti byk terjadi jg ditmpt krja lain) pria itu berubah sejak saya respons kasar secara fisik dan tegur didepan karyawan lain. Semakin besar kita bisa melawan tetapi anak-anak tidak. Pengesahan UU hukum memang penting tetapi penanaman moral tentang sexual harrasement sejak dini juga penting agar anak2 tahu mereka sedang dilecehkan, dan anak2 lelaki juga membekali mindset tentang moral menghargai wanita. Dan Sebagai wanita mungkin kita tidak akan pernah berhenti merasakan pelecehan hingga tubuh menua dan ringkih baru pelecehan itu berhenti. Kita harus survive,melawan dan saling membantu satu sama lain. Speak Up!