“Please stop it”

Kejadian ini terjadinya sudah lumayan lama, waktu itu saya masih duduk di bangku SMP dan saya punya kakak yang duduk di bangku SMA. Kami berada dalam satu lingkungan sekolah yang sama dan setiap pulang sekolah kami selalu pulang bersama2 naik motor. Nah, waktu itu kami pulang sedikit terlambat dari biasanya. Waktu itu kondisi jalanan lumayan sepi, dan waktu kami memasuki komplek perumahan, kami merasa diikuti seseorang. Ciri2 nya saya masih ingat sampai sekarang, cowok makai jaket army(motif tentara), celana warna hitam pendek, dan waktu itu mengendarai motor warna merah hitam. Karena kami merasa diikuti, kami mencoba untuk memelankan laju kendaraan kami, karena kami pikir ” ah, jangan negatif thinking dulu lah” nah ternyata, dia mempercepat laju kendaraannya dan tiba” tepat berada disebelah kendaraan kami, kemudian cowok yg tadi itu meremas dada kakak saya yg waktu itu sedang mengendarai motor. Saya yang duduk dibelakang kakak saya bodohnya waktu itu tidak memukul orang itu, karena saya shock, padahal kebetulan waktu itu saya membawa tas bekal. Kemudian orang itu mengebut dan tertawa menghadap ke belakang ke arah kami. Kejadian itu membuat kakak saya menangis sambil menjerit2 di tengah jalan. Otomatis saya pun juga ikut menangis sejadi2 nya. Saya bisa merasakan tangan kakak saya yang memegang setir kendaraan waktu itu gemetaran sekali. Saya kemudian memeluk kakak saya untuk tetap tenang dan mengendarai secepatnya agar sampai rumah. Kejadian itu membuat kami berdua sedikit trauma. Setiap kali kami melihat laki2 bermotor di dekat kami, kami selalu takut. Sekarang saya duduk di bangku SMA dan kakak saya bekerja, kami tetap merasakan rasa tidak nyaman di lingkungan kami masing2 seperti catcalling. Please stop it, kami sebagai perempuan hanya ingin merasakan kenyamanan berada di tempat umum, dimanapun kami berada. Kami hanya ingin hidup bebas tanpa intimidasi dan pelecehan. That’s what we want.