Saat lari pagi

Saat masih SMA, saya cukup sering lari pagi sendirian keliling perumahan yang cukup luas. Tapi hari itu ketika saya sedang lari pagi sendiri ada seorang laki-laki mengikuti saya dengan motornya. Laki-laki itu terus mengikuti hingga akhirnya dia mengeluarkan penisnya untuk diperlihatkan ke saya dengan senyum bahagia. Saya takut, ingin teriak tapi tak bisa. Dia tetap mengikuti saya sampai di pertigaan rumah. Setelah itu saya tidak pernah berani olahraga sendiri dan membuat saya menjadi lebih paranoid kepada laki-laki tak dikenal.