Pelecehan di kos dan di jalan

Aku pernah beberapa kali menjadi korban pelecehan seksual. pertama kali aku alami waktu masih SMA. karna sekolahanku jauh dari rumah, akhirnya aku memutuskan untuk kos, orangtaku juga setuju. aku kos di rumah seorang bidan yang sudah bersuami dan memiliki 2 orang anak laki-laki. awalnya aku mengira bapak kos itu orang yang baik, iya sih memang baik tapi lama-lama seperti melunjak. dia suka datang ke kamar kami kalau istrinya lagi tugas (kamarku di lantai 2). aku lagi sendirian (teman-teman satu kos belum pada pulang) waktu itu. awalnya cuma bertanya “yang lain belum pada pulang?” jarak bapak kos denganku cukup jauh, saat aku bilang “belum pak masih pada di sekolah.” bapak kos mulai mendekat dan duduk disampingku. karena kurang nyaman aku menggeser posisi duduk agak menjauh dari bapak kos. tapi bapak kos malah makin mendekat dan memelukku dari samping. sumpah itu aku risih banget. udah berusaha menyingkir dari dia, tapi tangannya kuat banget, secara waktu itu aku masih kecil baru 15th. nggak cuma meluk doang, aku juga dicium pipinya. aku udah pengen nangis waktu itu. untung saja tidak lama kemudian teman-temanku pulang dan bikin berisik di lantai bawah, Alhamdulillah aku masih diselamatkan oleh Allah. dan trnyata bukan cuma aku yang menjadi korbannya, hampir semua teman-teman satu kos ku mengalami hal yang sama dengan pelaku yang sama. tapi bodohnya kami hanya diam, karena terlalu takut dan malu ntuk menceritakan kpada oranglain. dan aku langsung memtuskan untuk pindah kos.

yang kedua, aku mengalami pelecehan seksual kembali waktu kelas 2 SMA. waktu itu aku lagi jalan pulang sekolah, kondisi jalanan waktu itu ramai anak-anak sekolah pada jalan kaki. dan dari belakang ada seorang laki-laki, aku masih ingat sekali pakaiannya ia memakai jaket kulit coklat, celana jeans panjang, memakai helm warna hijau kacanya tertutup, dan mengendarai sepeda motor warna putih biru. dia mengndarai sepeda motornya dengan pelan, aku yang waktu itu berjalan berdua dengan teman (perempuan) tiba-tiba kaget saat tangan laki-laki itu memegang dada sebelah kanan saya dan berlalu pergi. aku sempat menjerit, sampai temanku dan orang-orang lain disekitar situ ikut kaget. aku tidak berani bilang kalau habis dilecehkan, aku hanya menangis. aku malu waktu itu, sampai tidak mau rasanya melihat wajah oranglain. padahal sragamku longgar, dan aku pakai jilbab.

dan setelah kejadian itu aku menjadi lebih pendiam dan takut berjalan sendirian.