naik kereta dari Kutoarjo tujuan Solo

Dulu saya rajin naik kereta Prambanan Ekspres tujuan Kutoarjo-Solo. Saya tidak pernah mengalami atau mendengar cerita tentang pelecehan seksual di dalam kereta itu. Baru setelah membaca sebuah pengalaman pelecehan seksual di dalam kereta Prameks di sebuah komentar postingan Instagram, saya baru ingat pernah dilecehkan di dalam kereta juga.

Waktu itu saya naik kereta dari Kutoarjo tujuan Solo. Semenjak dari stasiun keberangkatan, saya duduk di kursi yang sama. Ketika kereta tiba di Stasiun Yogyakarta, saya harus menggeser lokasi duduk saya karena ada 2 pemuda berperawakan seperti tukang bangunan ketawa ketiwi memaksa duduk di sebelah saya. Kereta mulai berjalan, salah satu pemuda mengajak ngobrol temannya namun dengan volume agak tinggi, seakan sengaja ditinggikan untuk menarik perhatian saya (ketika itu saya memakai headset dan mata fokus ke layar handphone). Semakin lama, badan pemuda itu semakin menempel ke tubuh saya sambil meletakkan lengan di belakang tempat duduk saya sehingga saya terlihat seperti sedang dipeluknya. Saya merasa jijik, lalu saya duduk lebih maju supaya pundak tidak menyentuh lengannya. Kemudian si pemuda itu mulai melirik ke layar handphone, lama-kelamaan kepalanya menoleh dan mencondongkan badannya ke dekatku. Ketika kereta sampai di Klaten, saya pura-pura berdiri untuk turun kereta, padahal saya hanya pindah gerbong sambil memendam jengkel dan jijik.