New Submission

Hey! sudah lama aku mau cerita soal pengalamanku, aku mencari platform dan tempat yang tepat untuk bercerita and here i am.

Aku menjadi korban 2 kali, sebenarnya mungkin lebih banyak dari 2 kali kalau bicara sexual harassment, tapi yang 2 ini sudah termasuk rape, dan menurutku paling parah yang pernah ku alami.

Pertama kali aku mengalami waktu aku memutuskan untuk bertemu dengan seseorang yang kukenal dari dating app, Tinder. Sudah beberapa kali aku bertemu dengan orang dari tinder, tapi selama ini selalu aman dan belum pernah ada masalah waktu itu, so i decided to just meet him, after talking with him for a few days.

Aku pikir dia adalah laki-laki yang okay, kerjaannya bagus dan aku memang suka buat connection dengan orang-orang yang seperti ini karena biasanya obrolannya lebih masuk dan seru. Waktu ketemu dia kita berdua minum, hanya beer tapi hari itu memang saya sudah lama gak minum, so i got tipsy quick. Dia mulai bercanda untuk pergi ke hotel, tapi so far dia gak pegang-pegang atau being innapropriate. Jadi saat itu aku masih santai saja, dia juga bercanda nada bicaranya seperti “Let’s make a bet, if there is a hotel that have empty room right now we are gonna stay there.” for me it was fun, karena aku suka sama hal-hal yang spontaneous. So we decided to head to a hotel, one was not available, so we went to another one, and guess what, ada yang kosong. Dari situ, things started to go downhill. Aku kira kita hanya akan stay sebentar lalu dia antar aku pulang, di kepalaku hanya ada satu yang terpikir “it was just a fun bet right?” ternyata aku salah.

Disini memoryku mulai blur dengan apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya ingat beberapa point. Sampai di kamar, he started to touch me innapropriately. I was taken aback. Aku mau pulang. Tapi kepalaku sudah mulai enteng dan hanya bisa bilang “Hey can you stop please, i’m on my period.” at that point he started to kiss me, touch me all over my body, and to my private. I tried so hard to push his hands away, telling him to stop, but he didn’t. He kept going. So i give in, i just wanted everything to be done quick, i just want to go home and sleep. Everything happened so quick, i told him i was a virgin so i just give him whatever i can without “doing it”. He still put his fingers inside of me. After he is done with his business, i cannot help but to feel disgusted with my own self when i look at my unclothed body in the mirror. I felt stupid so so stupid. Merasa bodoh kenapa aku bisa-bisanya mau diajak keluar dengan lelaki yang aku kira baik-baik.

After that, i felt numb. Aku cerita ke temanku tapi beberapa dari mereka bilang kalau seharusnya aku lebih hati-hati, which is the thing that i already know. Salah satu temanku bahkan bilang “It is not considered rape though since you did not get penetrated, sexual harrasment, yes but not rape right?” dari situ aku merasa mungkin aku lebay ya mikir kalau ini rape. I should’ve been more careful too, you don’t need to tell me that anymore. Dari situ aku memilih untuk diam dan tidak bercerita ke siapa-siapa lagi.

Yang kedua waktu itu oleh seorang teman. Hari itu we decided to go to the club. I went with a lot of my friends that i know will take care of me, i trusted them so i let loose that night. I got drunk. The night goes and i was ready to go home. Karena temanku yang jemput hilang entah kemana dan aku sudah mau pulang so another friend offered to drop me off, karena kita tinggal di satu gedung apartment, aku percaya sama dia karena memang kita selalu pulang sama-sama dan pergi sama-sama, sekali lagi, lelaki baik-baik. I was drunk, but i was able to navigate myself, masih sedikit sadar, bisa jalan, dan tahu aku pulang dengan siapa saja. Sampai di gedung apartment aku memutuskan untuk pulang ke tempat temanku ini, karena kami tidak pulang sendirian, ada beberapa orang laki-laki dan perempuan. Begitu sampai di apartment i just bunked on their beanbag in the living room and my friend decided to sleep besides me. So i just let him. Out if nowhere, he started to touch my body, kiss me caressing my breast. Again i was shocked, so i turn around, fold myself into a ball, trying to get his hands away off of me.But he did not stop, i already have no power to ask him to stop i was just too smashed to say anything. Suddenly a girl walked out of her room, handed us blanket in which he quickly take to cover us. She said to me “if you want to stay in my room just come in okay.” Worst mistake was i didn’t do it, i felt bad to just barge in. So he keep touching everything, i was smashed and afraid to say no to stop him, i wanted to run and scream, but again, i just want it to end quickly. When he was going to really penetrate me, i bolted. I sobered up right then and there. I run from his place, and go back to my place, which is a different tower. I walked under the rain because i felt so dirty. After that i just cry in my room, until i fell asleep.

These 2 things changed me, psychologically. Dulu aku lebih terbuka dan bisa saja let loose kalau sedang keluar, sekarang tidak. Aku takut aku merasa itu salahku karena terlalu bodoh dan tidak hati-hati. Aku tidak bisa lagi percaya dengan laki-laki semudah itu. Sekarang di dalam kepalaku “I think he will just take advantage of me” ketika aku bertemu laki-laki. Aku merasa bodoh.

Aku juga takut untuk cerita ke orang banyak karena aku tahu, mereka bisa saja dengan mudah bilang “it is never your fault” tapi ketika orang terdekat mereka yang mengalami mereka akan bilang “Seharusnya kamu lebih hati-hati.” biasanya korban sudah tahu hal itu dan tidak seharusnya kamu mengulang lagi apa yang mereka sudah tahu dan menyalahkan diri mereka sendiri karena hal tersebut, kurang hati-hati. All we need is compassion and understanding, that this hurt us. Rape victims changes dramatically, they are never the same. It’s a trauma that i think will most likely never heal because it keeps coming back to chase them. Hingga saat ini, aku masih menyalahkan diriku sendiri walaupun aku tahu my partner dan close friends tidak pernah menyalahkan aku. Tapi memorynya masih tersimpan di dalam kepalaku and it hurts, aku masih merasa seperti dikejar-kejar. Seperti hantu. Setiap kali aku melihat orang-orang yang did me wrong, aku mulai sesak nafas dan pusing entah mengapa.

Mungkin ceritaku kurang jelas atau blurry, tapi memang itu yang aku alami. Seperti otakku sendiri mencoba untuk menghapus tapi tidak berhasil. Semuanya terasa seperti blur kadang-kadang.

To everyone, i know my experience is not as bad as what others experienced before. I hope with all my heart, you will never encounter people that are as bad as what i encountered before and never experience what i experienced. Stay safe out there and remember that it is never your fault.