Step up and Hollaback!

Siaran Pers Untuk diterbitkan segera

                                                                                                       

STEP UP and HOLLABACK! Berlari Bersama untuk Mengakhiri Pelecehan di Ruang Publik

  • Lari di ruang publik merupakan hak semua orang, namun banyak perempuan yang belum merasa aman
  • Apabila terjadi insiden pelecehan di ruang publik saat berlari, kebanyakan pelari belum tahu bagaimana cara untuk bereaksi
  • Peranan “bystanders” untuk mengintervensi aksi pelecehan perlu ditingkatkan
  • Kampanye kolaborasi IndoRunners – Hollaback! Jakarta – Cause.id bersifat nasional dan lari Minggu pagi dilakukan serentak seluruh Indonesia

 

Jakarta, 10 Maret 2019–Tanggal 8 Maret selalu diperingati sebagai Hari Perempuan Sedunia, setiap tahunnya masyarakat internasional beramai – ramai merayakan pencapaian perempuan dan ajang menyuarakan kesetaraan perempuan. Sayangnya, hingga saat ini masih banyak perempuan yang masih belum mendapatkan kesetaraan tersebut. Misalnya, perempuan belum mendapatkan rasa aman saat beraktivitas di ruang publik, termasuk saat sedang berolahraga. IndoRunners, sebuah gerakan nasional yang menjadikan lari sebagai bagian dari hidup masyarakat Indonesia, sangat prihatin terhadap hal ini. Oleh karena itu, IndoRunners mengajak Hollaback! Jakarta dan Cause.id untuk meningkatkan kepedulian dan mencegah pelecehan maupun kekerasan saat berlari di ruang publik. Kampanye ini dilakukan secara intensif melalui kanal digital selama sepekan dan dilarikan bersama pada Minggu pagi di seluruh Indonesia.

IndoRunners telah sering menerima cerita dari anggota perempuan yang mengalami pelecehan / kekerasan saat mereka sedang berlari di ruang publik di berbagai lokasi di Indonesia. “IndoRunners di Jakarta bekerja sama dengan Artha Graha Peduli memilih lokasi basecamp berlari yaitu di daerah SCBD. Lokasi tersebut dipilih karena IndoRunners telah mendapatkan dukungan penuh oleh tim Security Group Artha sehingga pelari dapat berlari dengan aman dan nyaman. Selain diperlukannya rute dan lokasi yang aman, kami juga merekomendasikan pelari, khususnya perempuan untuk berlari bersama kelompok atau komunitas, sehingga pelari lain dapat melakukan intervensi apabila terdapat kejadian pelecehan”, kata Yasha Chatab, co-founder IndoRunners. Keamanan pelari perempuan diruang public merupakan isu yang penting bagi IndoRunners yang senantiasa mempromosikan kegiatan lari, oleh karenanya kerjasama untuk kampanye edukasi ini penting untuk dilakukan.

Hollaback! Jakarta sendiri merupakan sebuah komunitas berbasis website dan aplikasi ponsel yang memiliki tujuan untuk menghentikan kekerasan di ruang publik. Anindya Restuviani, Co-Director dari Hollaback! Jakarta mengatakan “Setidaknya ada 400 lebih cerita yang masuk ke website kami mengenai kekerasan diruang publik, dan tidak jarang kejadian tersebut dialami oleh pelari perempuan”. Angie, juga Co – Director dari Hollaback! Jakarta menambahkan “Selain melakukan himbauan bagi perempuan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa kita semua punya peran untuk menghentikan kekerasan di ruang publik”. Hollaback! Jakarta memiliki metode intervensi saksi yang mengajarkan masyarakat untuk aktif dalam menghentikan kekerasan diruang publik.

“Tanggal 10 Maret memang sengaja kita pilih sebagai momentum untuk merayakan hari perempuan sedunia, kegiatan ini juga sebagai rangkaian dari pra-acara Women’s March Jakarta yang akan diadakan di tanggal 27 April 2019”, kata Anindya.

Dalam upaya menggaungkan acara ini ke seluruh masyarakat Indonesia, Indorunners dan Hollaback! Jakarta juga menggandeng Cause, sebuah platform virtual run yang telah menyelenggarakan beberapa acara lari virtual seperti Run To Empower 2019 di awal Januari kemarin.

Enrico Hugo, co-founder dari Cause menyatakan bahwa “Dengan adanya virtual run Step Up and Hollaback! 2019, semua orang di seluruh Indonesia dapat turut serta dalam gerakan melawan pelecehan”. Nicholas Ng, yang juga co-founder dari Cause menambahkan, “harapan dari gerakan ini adalah agar semua orang bisa berlari dengan aman dan nyaman”.

Lebih dari 300 pelari perempuan dan pria akan berlari di Runners’ Avenue, SCBD Jakarta untuk kegiatan ini, dan juga diikuti oleh beberapa figur publik seperti Indah Permatasari dan Tamara Gondo untuk berbagi mengenai pengalaman mereka saat sedang mengakses ruang publik untuk berolahraga. “Disaat aku berbagi ceritaku, aku berharap masyarakat akan semakin sadar bahwa ruang publik adalah hak kita bersama, termasuk bagi perempuan untuk berolahraga” himbau Tamara.

 

Tentang indorunners

 

IndoRunners merupakan komunitas penggemar olahraga lari independen terbesar Indonesia. Pada jejaring sosial media Instagram, Twitter dan Facebook, total jumlah anggota IndoRunners telah melebihi 70.000 pelari dari tingkat pemula hingga professional, dan memiliki cabang dan afiliasi di lebih dari 60 kota seluruh Indonesia. Komunitas yang didirikan pada tahun 2009 ini senantiasa menyebarkan “virus lari” yang bertujuan untuk mempopulerkan olahraga lari sebagai olahraga yang menyenangkan, mudah dilakukan, serta menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia. 

Kunjungi Instragram @IndoRunners atau http://www.facebook.com/groups/MariLari.IndoRunners untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai komunitas ini.

 

 

This post is also available in: English

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *