Sexual assault ruins my life forever

Waktu itu jam 1/2 pagi. Saya habis menemui kawan di daerah manahan. Pakaian saya hoodie hitam dengan kupluknya, jeans panjang, sendal jepit, serta masker. Dari perempatan panggung sampai sebelum THIONG TING saya selalu melihat ke spion tp entah kenapa saya tidak mendengar suara motor maupun lampu motor sesaat sebelum saya sampai di THIONG TING. Kejadiannya sangat cepat tiba-tiba (bahkan saya tidak bisa menyebut pelaku ‘seorang’) dada kanan saya dipegang. Saya spontan berteriak tetapi tidak ada orang. Saya langsung tancap gas sampai kosan saking shocknya dan sesampainya saking tidak bisa berbuat apa-apa saya hanya merokok tanpa henti dan menelfon dua orang teman saya. Saya tidak bisa terlelap sampai pagi. Pasca kejadian, saya selalu mimpi buruk berturut2 sehingga saya datang ke RS swasta terdekat langsung ke psikiater tapi tidak menceritakan yg sebenarnya karena si dokter adalah laki-laki tua yg memberikan nasihat klise ala kadarnya. Lalu saya diberi obat anti depresan agar tertidur lelap dan berhasil. Tapi obat itu tidak mengobati trauma saya. Sudah lama ingin berobat dan terapi ke RSJ tetapi tidak ada asuransi kesehatan dan dampak traumanya masih bertahan sehingga terkadang sikap saya yang meledak2 adalah bumerang bagi pasangan saya saat ini. Saya harap dengan keberanian saya membagikan cerita ini saya menemukan komunitas penyintas atau support group sehingga saya tidak merasa sendiri.