Tuan putri lagi apa?

Saya pernah menjadi korban revenge porn. Pelaku mengancam untuk menyebarkan foto nude saya bila saya tidak meberikan dia foto nude lagi. Dalam ketakutan, saya pergi ke kantor polisi di tengah malam untuk mencari bantuan. Saya bertemu dengan 2 polisi yang berjaga dan menceritakan masalah saya. Alih-alih memberi bantuan, salah satu polisi malah mengajak saya bicara 4 mata karena dia merasa sebagai kakak laki-laki saya, sebab kami satu suku. Dia suruh saya block kontak pelaku, kemudian meminta kontak saya. Besoknya, dia mengajak saya nonton padahal saya masih stress. Saya tak pernah membalas chatnya, lalu saya block messengernya. Tiba-tiba beberapa minggu kemudian dia mengontak melalui SMS: “Tuan putri lagi apa?” dan menelepon pada saat saya sedang tidur. Akhirnya, saya ganti nomor dan sejak saat itu, saya sadar kalau kasus revenge porn akan sulit dipandang dengan serius oleh orang lain. Tapi tidak dengan saya, saya berjanji nggak mau merendahkan pelecehan dan akan mendukung korban. :”)