trauma

Sebenarnya ini salah cerita lama, tp saya tetap ingin menceritakan kisah saya yang sampai membuat saya trauma. Di bulan november tahun 2017 saya masih ingat sekali waktu itu hari jumat saya pergi pagi-pagi sekali untuk berangkat sekolah. Jarak sekolah dan rumah saya lumayan jauh. Jadi saya harus naik angkutan umum sebenarnya kadang2 saya juga diantar oleh orang tua saya tapi hari tu adalah hari yg super sibuk. Orang tuaku dua2nya adalah guru jadi jam masuk mereka sama dengan jam masukku. Akhirnya aku memutuskan untuk naik angkutan umum. Jadi kalau kita mau naik angkutan umum dari rumahku harus berjalan kaki kurang lebih 100 meter. Awalnya tidak ada yang mencurigakan aku masih jalan seperti biasanya. Hingga sampai ada seorang laki-laki mungkin dari perawakannya dia seperti kelihatan umur 30th ya kurang lebih seperti itu. Dia membawa motor pelan-pelan saya seperti merasa diikuti tapi saya awalnya gak peduli dan tetap jalan terus seperti biasa sampai pada akhirnya laki-laki tersebut memanggil saya “dek” saya hanya diam saja dan tidak perduli lalu dia memanggil saya lagi mungkin sampai tiga kali sampai pada akhirnya dia memanggil saya lagi dan menyuruh saya maaf untuk melihat alat vitalnya. Saya terkejut bukan main, untung waktu itu saya tidak memakai kacamata ohya FYI saya minus. Jadi waktu itu saya kaya tanpa sadar menoleh dan untungnya saya tidak melihat alat vitalnya atau bisa dibilang kabur-kabur gitu pandangan saya. Saya takut bukan main waktu itu rasanya ingin menangis dan berteriak. Tapi saya tahan, dna akhirnya saya berlari untung saja jalan raya sudah tidak terlalu jauh. Dan saya tidak perduli dengan laki-laki itu. Saya tetap berlari dan untungnya saya juga cepat mendapatkan angkutan umum. Pikiran saya berkecamuk saya masih memikirkan hal barusan terjadi kepada saya. Saya ingin sekali menangis tapi saya tahan karena saya malu di dalam angkutan umum waku itu lumayan penuh. Jd saya hanya diam saja. Setelah kejadian itu saya selalu takut dengar suara motor saya takut sekali apalagi sumber suara tersebut ada di belakang saya. Selama sebulan saya selalu takut dan tangan saya selalu bergetar ketakukan jika mendengar suara motor dan keringat dingin. Tapi alhamdulillah sekarang saya sudah tidak takut lagi. Jadi untuk perempuan-perempuan yang diluar sana hati-hati ya.