Waktu saya ikut aksi tanggal 23 and 24

Waktu saya ikut aksi tanggal 23 and 24, saya kira semua orang punya konsensus yang sama untuk beraksi secara adil. Tapi dari awal turun sudah dicatcall, diteriakin ‘jablay’, ‘ayam kampus’, ‘jodohku’. Cara beberapa orang memandang saya membuat saya merasa terinvasi. Di satu titik juga ada yang memegang saya. Tapi saya berusaha melupakan hal itu, karena saat itu saya punya prioritas lain. Kita sama-sama berjuang, bukan? Saya kira iya tapi kejadian kemarin membuat saya merasa saya harus berjuang dua kali lipat.