New Submission

Dulu ayah meninggal saat umur 4 tahun, dan ibu menikah lagi saat umurku 6 tahun. Ayah tiriku orang yang baik, taat beragama, dan tidak terlihat seperti orang yang jahat. Tapi saat aku menginjak kelas 3 SD, tiap subuh ketika ibu pergi ke pasar, karena ibu punya warung, ayah tiriku sering masuk kamar dan membangunkanku, awalnya hanya membangunkan seperti biasa, lama kelamaan dia menyentuh paha, sampai dadaku, tidak sampai disitu, dia juga mencium bibirku. Aku selalu ketakutan, dan mulai saat itu aku selalu mengunci kamar setiap hari, tapi untuk anak kelas 3 SD berumur 8 tahun, tindakanku sudah benar, aku tidak pernah bermain di rumah dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah, aku tidak berani bercerita kepada ibu, karena ibu saat lalu membela ayah tiriku. Saat aku kelas 4 SD, aku mengikuti silat di sekolah, ayah tiriku saat itu sudah tidak mendapat kesempatan menyentuhku, karena aku sering banyak waktu latihan, hingga suatu malam saat aku cedera setelah latihan dia menyentuh pahaku karena alasan untuk mengurut kakiku, dan dilanjutkan dia mencium bibirku lagi, saat itu aku langsung memukul dan menendang orang itu, tetap saja aku tidak berani memberitahu siapapun, karena takut dan malu. Dia mulai menjauh, aku takut dia akan melakukan hal yang lebih parah kepadaku. Sampai akhirnya aku SMP aku pindah tinggal bersama nenek, hingga saat ini umurku 22 tahun, dan aku tidak pernah melupakan hal itu, aku selalu jijik meliht laki-laki yang berniat untuk mendekatiku atau mengajaku jalan, selama di kampus aku tidak pernah punya hubungan lebih dengan laki-laki karena aku selalu jijik jika mengingat apa yang dilakukan ayah tiriku.