sedih, marah, panik

Saya mengalami pelecehan seksual untuk pertama kalinya di transportasi umum commuter line. Saat saya ingin keluar dari commuter line, saya sangat merasakan ada yang menyolek pantat saya, reflek saya sangat marah dan lantas memukuli sang pelaku, emosi saya campur aduk antara sedih, marah, panik, saya sudah tidak peduli dengan respon orang-orang di sekitar saya yang menenangkan saya. Langsung saat itu juga saya melaporkan kejadian yang saya alami kepada petugas keamanan di stasiun, karena kebetulan pula si pelaku masih berada di sekitar stasiun, dan bersyukur tanggapan mereka untuk membantu kasus pelecehan seksual sangat tanggap. Yang membuat hati saya miris adalah pelaku pelecahan merupakan siswa SMP.

This post is also available in: Indonesian