Mereka malah ketawa2

Waktu kuliah, ada kegiatan unit kampus di mana saya harus datang pagi2 sekali untuk persiapannya. Janjian berkumpul jam 6 pagi di kampus. Saya berangkat dari kosan sekitar 5.15 pagi dan berniat jalan kaki ke kampus karena angkot belum ada. Kebetulan saya lewat jalan Tamansari yang memang di sana cukup sepi dan banyak pohon / semak2. Sebenarnya daerah Tamansari memang terkenal kurang aman, karena banyak kasus begal geng motor di sana kala itu. Tapi saya pikir, kalau pagi harusnya aman. Ketika saya lagi jalan menuju kampus, tiba2 ada motor nyerempet, menarik tas saya, dan meremas2 dada saya. Karena kaget dan takut, otomatis saya menarik tas saya tapi dia makin kencang meremas dada saya. Akhirnya dia langsung ngebut dan menjambret tas saya. Saya nangis sepanjang perjalanan dari Tamansari ke kampus. Ketika sampai ke tempat berkumpul, beberapa teman sudah datang, kebetulan laki-laki semua (salah seorang dari mereka itu kebetulan orang yg saya suka). Mereka tanya kenapa saya nangis. Saya cerita saya dijambret dan dipegang2 sama org tdk dikenal. Mereka malah ketawa2 dan bilang saya “cengeng banget”, “manja”, “gitu doang”, “salah sendiri keluyuran pagi2 subuh”, “kamu disangka cewek nakal kali makanya digrepe2”. sama sekali ga ada perasaan empatinya, malah jadi lelucon. saya pakai jilbab menutup dada, sweater gombrong, dan celana training, di pagi itu. gak akan lagi saya cerita2 ke laki2 tentang apapun. sampe sekarang menyesal pernah cerita itu, mendingan dulu saya diem aja.

This post is also available in: Indonesian