New Submission

Waktu aku SD sekitar kelas 1 atau 2 aku dilecehkan oleh tetanggaku sendiri. Dia anak dari keluarga yang sudah akrab dengan keluargaku sebut saja mas A. Suatu ketika aku diajak main berdua dengannya, waktu itu aku tak paham apa yang Mas A lakukan. Mas A memplorotkan celanaku dan menjilati bagian bawahku. Waktu itu aku tak paham apa itu, aku hanya disuruh diam. Setelah kejadian itu Mas A sering melakukan hal itu, sangking seringnya aku sampai merasa risih karena Mas A mengajak disembarang tempat tak peduli itu digudang, sawah atau semak. Aku berusaha menghindar waktu itu bukan karena aku sudah paham tapi karena aku sifat jijikku ketika disuruh berbaring ditempat yang kotor Puji Tuhan walaupun aku belum paham apa itu, Tuhan memberiku rasa jijik yang berlebih ketika berbaring di sembarang tempat. Setelah kelas 4 SD aku baru paham apa yang dilakukan Mas A terhadapku merupakan tindak pencabulan setelah melihat suatu berita disalah satu rumah temanku dan setelah itu ibu dari temanku menjelaskan bahwa apa yang boelh dan tidak boleh dilakukan dibagian privatku dan siapa saja yang boleh dan tidak boleh melihat bagian privatku . Seketika aku merasa sangat sedih ketika mendengarnya, seketika ingatanku kembali pada saat-saat itu dan rasa jijik lebih datang padaku waktu pulang aku langsung mandi dan mencuci bagian privasiku berulang kali karena merasa jijik sangat jijik ketika mengingat bagian itu sering dijilati oleh Mas A. Dan setelah itu aku berusaha benar-benar menjauhi Mas A, berulang kali ia memanggil entah dalam urusan apa aku pasti berusaha cuek. Aku gak berani cerita ke siapa-siapa bahkan ibu ku sendiri. Aku berusaha berdamai dengan masalalu, aku masih bermain tapi aku benar-benar menjauhi bermain didekat rumah Mas A. Tapi aku beberapa kali masih mendapat pelecehan seksual. Ibu ku membuka toko yang terkadang menyuruhku untuk menjaganya dan pada kesempatan itulah Mas A datang untuk membeli sesuatu dan pada saat aku ingin mengambilkan barang atau menghitung kembalian pasti Mas A berusaha meremas payudaraku kejadian ini mungkin saat aku dikelas 5SD saat dimana payudaraku tumbuh dan itu berlangsung hingga kelas 6 SD. Dengan modus yang sama, setiap Mas A beli sesuatu dan disitu aku yang sedang menjaga toko ia pasti melancarkan aksinya. Hingga pada suatu malam toko sudah tutup tapi ibu dan aku masih menonton tv, Mas A ingin membeli rokok. Ibu menyuruhku mengambilkan, awalnya aku ga mau dengan beralasan malas tapi karena ibu marah aku langsung mau mau saja. Saat aku mengambil kembalian Mas A dari belakang memeras payudaraku lalu memegang area privasiku. Disitu aku gemetaran, shock dan bingung harus bagaimana. Aku mendorong Mas A supaya keluar dari toko dan dengan cepat aku menutup tokonya. Lalu masuk rumah aku menangis sangat kencang menceritakan bahwa aku sudah dilecehkan malam itu tapi yang membuat aku lebih shock lagi ibuku malah menyalahkanku kenapa tidak membalas mukul atau gimana, kenapa diem aja. Mendengar itu semua aku langsung masuk kamar aku langsung menangis sejadi-jadinya aku takut, aku bingung harus cerita sama siapa. Bahkan sampai sekarang ibuku belum tahu apa yang aku alami saat kecil yang lebih menjijikan dari ini. Keesokan harinya aku meminta ibuku untuk lapor tapi ibuku malah berdalih bahwa itu sebuah candaan jangan diperbesar kalaupun lapor akan banyak orang tahu banyak orang yang akan mencemooh keluarga. Seakan-akan hal yang terjadi padaku adalah kebodohanku yang menyebabkan aib keluarga. Menjelaskan semua ini jujur saya membutuhkan waktu sangat lama karena tangan saya gemetar hebat ketika saya mengingat kembali kejadian itu, saya menangis dan merasakan kembali rasa jijik itu. Badan juga merespon panas dingin secara bergantian.

This post is also available in: Indonesian