gemetaran dan kaget

kejadian ini baru saja saya alami tadi pagi, membuat saya gemetaran dan kaget.
singkat cerita, kira-kira pukul 6 pagi saya bersepeda sendirian seperti hari-hari biasanya. rute yang saya lewati tidak begitu jauh dari rumah, mungkin hanya memakan waktu 30 menit untuk olahraga sepeda tiap pagi. nah, tibalah saya di daerah kampung yang jalannya agak menanjak sehingga saya memelankan sepeda. tanpa saya sadari ada sepeda motor yang bergerak pelan juga dari arah belakang dia menyentuh pantat saya, dan saya kaget bukan kepalang hanya bisa bilang ‘heyyy’ sambil mengacungkan jari tengah. sepeda motor itupun berjalan dengan cepat, dan saya ingat betul dengan bersepeda beat merah dia memakai jaket abu-abu dan berhelm merah. itu membuat saya kesal dan marah namun sayangnya saat kejadian itu di tempat sepi. saya mengayuh sepeda dengan cepat dan berhenti ditempat seperti lapangan karena saya merasa sesak setelah bersepeda agak jauh. kemudian saya melanjutkan perjalan pulang dengan perasaan marah, gemetar, dan campur aduk.
akhirnya, saya mengambil rute terdekat menuju jalan pulang, dan lagi-lagi melewati perkampungan yang lumayan sepi, tanpa saya sadari entah dari mana insting saya ada sepeda motor itu lagi dari belakang yang bergerak pelan mengikuti saya, saya pun mengayuh sepeda ke pinggir dan agak cepat karena saya tahu tepat di depan ada beberapa orang yang sedang di depan rumahnya yang berarti ada orang yang dapat melihat atau membantu saya.
saya menunggu agar sepeda itu berjalan dahulu, dan yaa memang benar pria tadi mengikuti saya mungkin karena dia sadar kalau saya tau ada yang mengikuti. kemudian sepeda itu berjalan cepat melewati saya dan saya hanya menggunakan sepeda kayuh yang tidak bisa mengejarnya. dalam situasi itu saya merasa was-was sekali sampai saya lemas dan takut. sehingga saya tidak menaiki sepeda dan berjalan sambil memegang sepeda sampai rumah.

This post is also available in: Indonesian