suami dari adik mamah saya

Tahun 2015 pada saat saya berumur 14 tahun adalah masa kelam saya, yang dilakukan oleh suami dari adik mamah saya yaitu yang saya panggil paman. Awal mulanya yaitu paman memberi saya suang 100 ribu rupiah yang dimana itu sudah biasa diberikan kepada saya dari kecil ketika bibik dan paman saya mengunjungi rumah kami, setelah memberi uang tersebut dia tiba-tiba mencium pipi saya yang dimana saya disitu cuma kaget dan diam karena pertama kalinya saya dicium oleh orang lain selain keluarga saya. Pada saat itu saya takut, tapi saya diam saja. Lalu pada tahun 2016 kejadian tersebut berulang lagi yaitu mencium pinggir bibir saya, setelah itu saya ketakutan dan tidak ingin bertemu dia lagi. Pada akhir 2016 dia tiba tiba datang kerumah saya dan main masuk gitu aja kedalam kamar saya ketika saya tertidur, dia menyentuh tubuh ku, aku seketika terbangun dan berteriak, lalu dia membekap mulut saya lalu mengancam saya jika saya membicarakan ke orang lain. Saya hancur-sehancurnya, merasa kotor dan tidak pantas lagi, bingung, kesal, dan saya tidak tau harus bilang kesiapa. Pada tahun 2017 pada akhir tahun dia datang lagi kerumah, tiba tiba masuk ke kamar saya dan mencium bibir saya, saya cuma diam dan menangis, mungkin kalian yang membaca ini akan menyalahkan saya kenapa saya diam saja. Saya juga tidak mau diam saja tetapi dia terus mengancam saya dan dia akan memutar balikan fakta bahwa saya yang menggoda dia. Lalu jika seperti ini yang sangat dirugikan tentu saja nama saya dan keluarga saya. Pada saat itu ayah saya sedang sakit-sakitan saya tidak ingin membuat ayah saya tambah parah. Saya bercerita kepada kedua abang saya tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa mereka tentu saja kesal, bahkan mereka tetap memperlakukan paman seperti biasa saja. Mereka juga bilang kepada saya bahwa kejadian ini jangan sampai orangtua saya tau. Jujur saya merasa tidak ada yang mendukung saya, orang terdekat saya yang saya kira akan bertindak tegas dan menjauhkan saya tapi mereka justru yang membuat saya semakin tertekan. Saya merasa kotor sampai saat ini bahkan saya tidak pernah berfikiran saya pantas bersama lelaki lain.

This post is also available in: Indonesian