New Submission

Saat usia 9 tahun saya dilecehkan oleh guru ngaji saya yang sudah beristri dia mencium bibir saya sampai 2x hingga saya tidak mau berangkat ngaji lagi karena takut. Saat berusia 15 tahun saya dilecehkan kembali oleh sepupu saya. Walau hanya ditempelkan itu nya tanpa membuka celana tapi cukup membuat saya terbayang bayang dan takut. Pada 2019 saat saya 19 tahun saya dilecehkan pacar saya yang 7 tahun lebih tua dan ternyata duda. Saya diseret masuk kamar dan dia melakukannya secara paksa. Saya sudah meronta tapi ternyata benar itu semua tak berdaya. Saya mengalami pendarahan sampai 2 minggu dan tidak berani cerita kepada orang tua saya karena mereka bukan tipe orang yang bisa mengerti kondisi saya

This post is also available in: Indonesian