Di event musik

Kejadian ini terjadi beberapa tahun ke belakang. Tepatnya tahun 2017. Pada saat itu saya tertarik untuk datang ke event musik Pennyland Festival yang akan diselenggarakan di Ex-Bioskop Kelud, Malang. Secara singkat, saya ingin menonton Barasuara, yang kala itu menjadi band yang sedang saya sukai. Karena tahu bahwa teman-teman kampus saya tidak ada yang tertarik untuk datang ke event itu, akhirnya saya mencari teman nonton bareng melalui aplikasi anonim yang saat itu sedang hype. Singkat cerita, saya bertemu dengan laki-laki, sebut saja I, yang tertarik untuk datang ke event itu juga. Kami berhubungan via chat beberapa hari sebelum hari-h event dan pertemuan kami baru akan terjadi pada hari-h event tsb.

Ketika hari-h, dia menawarkan untuk menjemput saya di kos karena arah dari kos dia searah dengan jalan menuju venue event. Saya sama sekali tidak ada masalah dengan hal ini. Sampai akhirnya kami tiba di venue, ngobrol sedikit, sambil menunggu jam Barasuara perform.

Saya masih ingat, kala itu kami berdiri membelakangi. Di tengah kerumunan penonton, saya berdiri di depan I dan I tepat di belakang saya. Baru saja Barasuara memainkan beberapa lagu mereka, saya merasa ada tangan yang meraba, bahkan mengelus bagian tengah bokong saya. Saya shock. Mata saya menatap panggung, tapi pikiran saya kacau. Saya masih mencoba untuk berpikiran positif mungkin I tidak sengaja.

Sayangnya, adegan “mengelus” tsb terjadi lebih dari 1x. Elusan tsb tidak terjadi terus menerus, I mengelus beberapa detik, lalu melepaskan, lalu mengulangi beberapa kali begitu saja. Saat itu yang saya lakukan hanya membetulkan bagian belakang jaket yang saat itu saya gunakan. Berharap I bisa sadar dan menghentikan apa yang sedari tadi Ia lakukan.

Saya sangat ingin menengok ke arahnya, menampar, dan melaporkan peristiwa itu kepada penonton lain yang berada di sekitar saya. Alih-alih melakukan hal tsb, yang saya lakukan hanya terdiam dan berpikir apa yang salah dengan diri saya sehingga I tega melakukan hal keji itu. Jika kalian berpikir saya menggunakan pakaian yang mendapat label “terbuka” dan dapat “mengundang” lawan jenis, jawabannya sudah jelas tidak. Jika kalian ingin tahu, celana panjang dan jaket adalah pakaian yang saya pakai pada saat itu. Jelas, saya ingin menampar keras-keras orang yang masih menyalahkan pakaian korban atas pelecehan seksual yang terjadi.

Everyone, if you read this, I wish you never experienced to meet this guy.
Peluk hangat secara virtual untuk semua korban pelecehan yang mengirimkan ceritanya di sini.

This post is also available in: English