Intervensi Saksi (Bystander)

Intervensi: merespons sebagai BYSTANDER

 

Apa yang lebih buruk dari menjadi sasaran pelecehan karena ras, jenis kelamin, agama, warna kulit, gender, ukuran, orientasi, disabilitas, umur, atau asalmu? Menjadi sasaran ketika dikelilingi oleh saksi/penonton yang melihat apa yang terjadi, tetapi mereka tidak melakukan apa-apa.

Hal ini tidak harus terjadi.

Bystander Intervention atau Intervensi Pelecehan adalah strategi sosial yang dilakukan untuk mencegah atau menghentikan kekerasan dan opresi melalui keterlibatan individu maupun kelompok yang bersedia untuk menangani situasi yang dianggap sebagai masalah.

Sebagai bystander (saksi), kita harus sangat waspada dan sadar akan pelecehan, insiden bias, dan kekerasan akibat kebencian seperti apa, agar dapat membela dan menengahi pada saat seseorang sangat membutuhkan. Di Hollaback! kami punya strategi namanya ‘5D’ untuk melakukan Bystander Intervention.

Apa itu ‘5D’?

Hollaback! bekerja sama dengan program bystander namanya Green Dot untuk mengembangkan sarana yang membantu kamu menghadapi ketika kamu melihat pelecehan terjadi di jalan dan ruang publik lainnya. Kami memiliki pedoman untuk kamu dalam bentuk 5D.

Kamu dapat menentukan pilihan untuk secara aktif dan jelas mengambil sikap melawan pelecehan. Lima D ini adalah metode berbeda yang dapat kamu gunakan untuk mendukung seseorang yang mengalami pelecehan, menegaskan bahwa pelecehan itu tidak baik, dan membuktikan kepada orang-orang dalam hidup kamu bahwa mereka juga memiliki kekuatan untuk membuat masyarakat lebih aman.

You Have the Power to End Street HarassmentDIRECT (secara langsung)

Kamu mungkin ingin merespons secara langsung terhadap pelecehan dengan menyatakan apa yang sedang terjadi atau menghadapi pelaku pelecehan. Taktik ini dapat beresiko: pelaku pelecehan dapat mengalihkan perlakuan buruk mereka kepada kamu dan dapat memperkeruh situasi. Sebelum kamu menentukan untuk merespons secara langsung, nilai situasinya–memprioritisasikan keamanan kamu: Apakah kamu aman secara fisik? Apakah korban pelecehan aman secara fisik? Apakah tampaknya situasi tidak dapat menjadi lebih buruk? Dapatkah kamu tahu bahwa korban pelecehan mengharapkan seseorang untuk membelanya? Jika kamu dapat menjawab ya untuk semua pertanyaan tersebut, kamu mungkin akan memilih respon secara langsung.

Jika kamu memilih untuk menghadapi secara langsung, beberapa hal yang dapat kamu katakan kepada pelaku pelecehan:

  • “Hal itu tidak pantas, tidak sopan, tidak baik, dll.”
  • “Jangan begitu!”
  • “Itu homofobik, rasis, (masukkan tipe pelecehan yang terjadi), dll.”
  • “Itu namanya pelecehan seksual, tau!

Yang paling penting disini adalah untuk berusaha jelas dan singkat. Cobalah untuk tidak menjadi terlibat dalam dialog, debat, atau pertengkaran, karena ini adalah bagaimana situasi dapat meningkat. Jika pelaku merespon, mencoba untuk membantu orang yang ditargetkan saja bukannya terlibat dengan pelaku tersebut.

Intervensi langsung (direct) bisa berisiko, jadi gunakan metode yang ini dengan hati-hati. Harus memastikan situasinya aman untuk kamu lebih dahulu.

DISTRACT (Distraksi)

Distraksi adalah metode yang lebih halus dan lebih kreatif untuk melakukan intervensi. Tujuannya di sini hanyalah untuk menggagalkan kejadian tersebut dengan menginterupsinya. Idenya adalah untuk mengabaikan peleceh dan terlibat langsung dengan orang yang menjadi sasaran (korbannya). Jangan bicara atau mengacu pada pelecehan. Sebaliknya, bicarakan sesuatu yang sama sekali tidak berhubungan. Dengan metode ini, kamu bisa mencoba untuk memadamkan situasi atau menghentikan pelecehannya. Kamu bisa mencoba yang berikut ini:

  • Berpura-pura tersesat. Tanya kepada korbannya “jam berapa sekarang?”Berpura-pura kamu kenal dengan korbannya, “Hei kamu, apa kabar?”–bicaralah dengan dia tentang sesuatu dan abaikan pelecehnya.
  • Menghalangi (secara fisik)- lanjutkan apa yang kamu lakukan sebelumnya tapi posisikan tubuh kamu di antara korban dan pelaku.
  • Sengaja tumpah kopi atau membuat keributan.

Tentu saja kamu harus bacalah situasinya dan pilih metode Distract  yang sesuai. Mudah-mudahan orang yang ditargetkan (korban) akan tahu apa yang kamu lagi coba melakukan.  Semoga tindakan atau pernyataan kamu akan mencegah situasinya.

DELEGATE (delegasi)

Delegasi adalah waktu kamu meminta tolong, untuk mendapatkan sumber daya, atau untuk bantuan dari pihak ketiga. Berikut adalah contoh dari apa yang dapat kamu lakukan:

BI_full_Bahasa-Indonesia

  • Cari supervisor toko, sopir bis, satpam atau petugas lain dan mintalah mereka untuk turun tangan.
  • Jika kamu dekat sekolah, hubungi seorang guru atau seseorang staff lain. Di kampus, hubungi petugas keamanan kampus atau staf universitas.
  • Mintalah teman kamu jadi terlibat dan mintalah mereka menggunakan salah satu metode D (misalnya distraksi, menanyakan waktu, petunjuk, atau membuat percakapan yang tidak terkait dengan pelecehan tersebut) untuk berkomunikasi dengan orang yang dilecehkan saat kamu mencarikan seseorang untuk didelegasikan.
  • Berbicaralah kepada seseorang di dekat kamu yang juga sedang memperhatikan apa yang terjadi dan mungkin berada dalam posisi yang lebih baik untuk melakukan intervensi. Bekerja sama.
  • Hubungi polisi. Sebelum menghubungi polisi, coba gunakan Distract untuk menanyakan orang yang menjadi sasaran untuk memastikan dia menginginkan kamu melakukannya. Beberapa orang mungkin tidak merasa nyaman atau aman dengan intervensi polisi.  Dalam situasi tertentu, kamu mungkin tidak dapat membicara dengan orang tersebut, tergantung situasinya, kamu harus menggunakan penilaian terbaik kamu.
DELAY (ditunda)

Bahkan jika kamu tidak dapat bertindak pada saat itu, kamu dapat membuat perbedaan bagi orang yang telah dilecehkan dengan tanylah kondisi dia setelah kejadian. Banyak jenis pelecehan terjadi lewat atau sangat cepat, dalam hal ini kamu bisa menunggu sampai situasi usai dan berbicara dengan orang yang menjadi targetnya. Berikut adalah beberapa cara untuk secara aktif menggunakan taktik Delay:

  • Tanyakan apakah dia baik-baik saja.
  • Tanyakan apakah ada cara untuk mendukungnya.
  • Tawarkan untuk menemani dia ke tempat tujuan atau duduk bersama dia untuk sementara.
  • Bagikan sumber daya dengan dia dan tawarkan untuk membantu dia membuat laporan jika dia mau.
  • Jika kamu telah mendokumentasikan kejadian tersebut, tanyakan apakah dia ingin kamu mengirimkannya kepada dia.
DOCUMENT (dokumentasi)

Merekam sebuah kejadian saat terjadi pada seseorang dapat sangat membantu, namun ada beberapa hal yang perlu diingat untuk mendokumentasi pelecehan dengan aman dan secara bertanggung jawab.

  1. Apakah ada yang sedang membantu orang yang dilecehkan? Jika tidak, gunakan salah satu dari empat D lainnya.
  2. Jika orang lain sudah membantu, menilai keamanan kamu sendiri. Jika kamu selamat, teruskan dan mulai merekam. Beberapa tip:
    • Pastikan untuk menjaga jarak yang aman.
    • Film landmark (misalnya tanda jalan atau tanda platform kereta atau halte busway).
    • Jelas nyatakan tanggal dan waktu pada saat itu.
    • Memegang kamera stabil dan tahan (tetap di) kejadian penting untuk setidaknya 10 detik.
  3. Yang paling penting, SELALU meminta orang yang dilecehkan apa yang ingin dia lakukan dengan rekaman itu. JANGAN PERNAH posting secara online atau menggunakannya tanpa seizin mereka. Ada beberapa alasan untuk ini. Dilecehkan atau dilanggar sudah merupakan pengalaman yang melemahkan. Menggunakan gambar atau rekaman seseorang yang menjadi korban tanpa persetujuan orang tersebut dapat membuat orang tersebut merasa semakin tidak berdaya. Jika dokumentasi berjalan menjadi viral, ini dapat menyebabkan pengorbanan lebih lanjut dan tingkat visibilitas yang mungkin tidak diinginkan orang tersebut. Selain itu, mengeposkan rekaman tanpa persetujuan korban membuat pengalaman mereka menjadi publik – sesuatu yang dapat menyebabkan keseluruhan masalah hukum, terutama jika tindakan pelecehan atau kekerasan bersifat kriminal. Korbannya mungkin akan dipaksa untuk terlibat dengan sistem hukum dengan cara yang tidak dia sukai. Terakhir, pengalaman itu bisa saja traumatis. Mempublikasikan pengalaman traumatis orang lain tanpa persetujuan mereka bukanlah cara untuk menjadi bystander/saksi yang efektif dan membantu. Juga, kami menyarankan untuk tidak memposting dokumentasi secara online, terutama tanpa izin, karena UU ITE.

* Catatan tentang keamanan: Kami tidak ingin kamu menjadi terluka saat mencoba untuk membantu seseorang. Selalu berpikir tentang dan utamakan keselamatan dan mempertimbangkan kemungkinan yang tidak mungkin untuk menempatkan kamu atau orang lain dalam bahaya.

Kamu Kuat//YOU ARE POWERFUL

Ingat, setiap orang bisa melakukan sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan sekilas pandang empati secara signifikan dapat mengurangi trauma bagi orang yang menjadi sasaran. Salah satu hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah mengberitahukan orang yang ditargetkan, entah bagaimana, betapapun besar atau kecilnya, bahwa dia tidak sendiri.

Berbagi Ceritamu

Setelah sudah bertindak, berbagi ceritamu di Hollaback! Jakarta. Kamu akan menginspirasi orang lain untuk mengambil tindakan, dan memberi harapan kepada orang-orang yang mengalami pelecehan secara reguler bahwa ada orang di luar sana siap untuk mendukung mereka.

lebih banyak metode intervensi

Selain merespons saat pelecehannya sedang terjadi, ada beberapa langkah lain yang dapat kamu lakukan untuk mengubah budaya dan mencegah kekerasan di masyarakat kamu.

Kamu bisa melawan pelecehan dalam kehidupan sehari-hari kamu. Ada banyak cara untuk melakukan itu.

  • Mendukung orang lain melalui situs Hollaback!  Baca cerita di situs Hollaback! dan kasih tahu orang bahwa kamu mendukung mereka.
  • Berbagi tentang Hollaback! dan isu ini di socmed. Semakin banyak orang di luar sana yang tahu Holaback! ada, semakin banyak dampak. Ajak teman Facebook kamu ke halaman Facebook kami, beri @hollaback_jkt sebuah shout-out di Twitter, dan ikuti dan repost kami di Instagram.
  • Kapan pun kamu melihat seseorang mempraktikkan intervensi bystander, beri tahu mereka bahwa mereka hebat! Sedikit penguatan positif berjalan jauh.

Kalau kamu punya lebih banyak waktu, kamu bisa belajar lagi tentang isu ini.

  • Baca semua riset dan artikel tentang pelecehan di ruang publik yang kamu bisa ketemu.

Punya lebih banyak waktu? Mulai mengorganisir.

latar belakang kampanye GREEN DOT

Adaptasi dari kampanye Green Dot untuk melakukan intervensi saat menyaksikan pelecehan di ruang publik adalah sebuah kolaborasi antara Hollaback! dan Green Dot, etc.

 

Berbagi info ini!

Silahkan share post ini di IG atau infografik ini di blog/socmed lain! Klik image-nya dan simpan. Jangan lupa tag @hollaback_jkt atau kasih tagar #lawanpelecehan.

This post is also available in: English